JAKARTA, KONTAN – Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan imbauan khusus bagi para calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2027 untuk mulai memprioritaskan persiapan kesehatan dan kebugaran fisik mereka sejak saat ini. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial mengingat rangkaian ibadah di Tanah Suci merupakan aktivitas yang sangat mengandalkan ketahanan tubuh, sehingga persiapan jangka panjang menjadi kunci utama kelancaran ibadah.
Dalam keterangannya, Menag menekankan bahwa sekitar 70 hingga 80 persen dari seluruh prosesi ibadah haji adalah kegiatan fisik yang menuntut energi besar, seperti tawaf, sai, hingga prosesi wukuf dan melempar jumrah. Oleh karena itu, jemaah diharapkan tidak hanya fokus pada kesiapan mental dan finansial saja, melainkan juga harus memastikan kondisi tubuh berada dalam level optimal guna menghindari kendala kesehatan yang serius di tengah cuaca ekstrem maupun kerumunan massa.
Kementerian Agama juga berkomitmen untuk terus memperkuat implementasi syarat istithaah kesehatan bagi setiap calon jemaah sebagai standar keberangkatan. Pemeriksaan kesehatan yang komprehensif akan tetap menjadi filter utama dalam memastikan jemaah benar-benar mampu secara fisik sebelum diberangkatkan, hal ini bertujuan untuk menekan angka kesakitan serta meminimalisir risiko kematian selama masa operasional haji di Arab Saudi.
Pemerintah berharap dengan adanya sosialisasi jauh-jauh hari ini, tingkat kesadaran jemaah akan pola hidup sehat dan olahraga rutin dapat meningkat secara signifikan sebelum masa keberangkatan tiba. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi layanan haji yang lebih mengedepankan perlindungan dan keselamatan jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima tersebut, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











