JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (26 SEPTEMBER 2026) – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, akhirnya memberikan kepastian mengenai status politiknya dengan mengungkap bahwa dirinya telah resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Di hadapan publik, ia menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai bukti otentik sekaligus menjelaskan bahwa proses bergabungnya telah dilakukan sejak Oktober 2025.
Keputusan tersebut diambil Jokowi dengan alasan adanya kesesuaian visi dan misi antara dirinya dengan platform perjuangan yang diusung oleh partai berlambang bunga mawar tersebut. Menurutnya, semangat muda yang dibawa PSI menjadi faktor kunci yang membuatnya yakin untuk menambatkan pilihan politiknya guna terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Publik sebelumnya telah lama mencium kedekatan Jokowi dengan PSI, terlebih setelah putranya, Kaesang Pangarep, menjabat sebagai ketua umum partai tersebut. Pengungkapan fakta bahwa ia telah menjadi kader selama hampir setahun menunjukkan langkah strategis yang telah dipersiapkan secara matang pasca-transisi kepemimpinan nasional.
Langkah ini diperkirakan akan memperkuat posisi PSI dalam kancah perpolitikan nasional serta menarik dukungan dari loyalis Jokowi di berbagai daerah. Dinamika baru ini menandai babak baru dalam karier politik sang mantan presiden yang tetap aktif memberikan pengaruh dalam diskursus publik, dan laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











