JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi memohon dukungan berupa doa dan bimbingan dari para ulama untuk seluruh jajaran personel Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Permohonan ini disampaikan sebagai langkah strategis dalam memperkuat mentalitas serta integritas anggota kepolisian saat mengemban amanah negara. Sigit menegaskan bahwa peran tokoh agama sangat krusial dalam memberikan arahan moral bagi aparat penegak hukum di seluruh tingkatan.
Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, Kapolri mengungkapkan bahwa bimbingan spiritual dari para kiai dan ulama merupakan fondasi penting agar setiap polisi tetap konsisten berada di jalur yang benar. Dukungan moral dari para pemuka agama diharapkan mampu memotivasi personel Polri untuk senantiasa mengedepankan etika, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan dalam melayani masyarakat. Hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan bahwa setiap tindakan kepolisian selalu selaras dengan harapan publik.
Jenderal Sigit juga menekankan betapa vitalnya sinergitas antara Polri dan elemen ulama dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, tantangan menjaga kedamaian nasional akan jauh lebih ringan jika terdapat komunikasi yang harmonis antara penegak hukum dan pemimpin umat. Melalui doa dari para ulama, diharapkan setiap langkah yang diambil oleh kepolisian dalam menjaga keutuhan NKRI senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan.
Pertemuan ini menjadi simbol komitmen institusi Polri untuk terus membuka diri terhadap masukan dan nasihat konstruktif dari para ulama demi perbaikan internal organisasi. Kapolri berharap kolaborasi yang terjalin tidak hanya bersifat formalitas, melainkan menjadi hubungan berkelanjutan yang membawa kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara dengan merujuk pada informasi faktual terkini.











