JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (7 SEPTEMBER 2026) – Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menetapkan tarif baru untuk tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Keputusan ini diambil menyusul adanya usulan penyesuaian harga tiket yang saat ini dinilai terlalu rendah bagi sebuah destinasi wisata di ibu kota. Pramono menegaskan bahwa meski kajian sudah berjalan, angka resmi untuk tarif tersebut masih dalam tahap finalisasi sebelum diumumkan secara luas kepada masyarakat guna memastikan kebijakan yang diambil tepat sasaran.
Saat ini, pengunjung dewasa hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 4.000, sementara untuk anak-anak dibanderol Rp 3.000 per orang. Harga tersebut diketahui belum pernah mengalami kenaikan selama kurang lebih dua dekade terakhir, sehingga dianggap kurang relevan dengan kondisi ekonomi saat ini. Adapun usulan yang mencuat ke publik adalah kenaikan tarif menjadi maksimal Rp 10.000 bagi pengunjung dewasa dan Rp 7.500 bagi anak-anak. Anggota DPRD DKI Jakarta dari Komisi C turut mendorong percepatan regulasi ini agar pengelola dapat memiliki fleksibilitas lebih dalam mengelola kawasan wisata tersebut secara mandiri dan profesional.
Kenaikan harga tiket ini direncanakan bukan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah, melainkan difokuskan pada perbaikan mutu pelayanan publik dan peningkatan standar kesejahteraan satwa. Standar pengelolaan bertaraf internasional menjadi target utama manajemen Ragunan guna memastikan keamanan serta kenyamanan pengunjung tetap terjaga dengan baik. Selain itu, penyesuaian ini dianggap sangat rasional jika dibandingkan dengan biaya masuk tempat hiburan lain di Jakarta, seperti Ancol atau Taman Mini Indonesia Indah, yang tarifnya saat ini sudah jauh melampaui harga tiket masuk Ragunan.
Kendati ada wacana kenaikan, Pramono Anung berkomitmen bahwa kebijakan baru tersebut tidak akan memberatkan warga, mengingat Ragunan merupakan ikon wisata rakyat yang inklusif bagi semua kalangan. Pemerintah tetap mengedepankan sisi keterjangkauan agar seluruh lapisan masyarakat tetap bisa menikmati hiburan edukatif di kebun binatang tersebut tanpa kendala finansial yang berarti. Penyelarasan fasilitas yang lebih modern dan lengkap diharapkan menjadi imbal balik yang sepadan bagi masyarakat atas perubahan tarif retribusi ini. Laporan ini disusun kembali dan diperbarui oleh KilasSwara.
fokus
















