Menteri HAM Natalius Pigai Ingatkan Aparat Jangan Libatkan Sipil Jadi Intelijen di Papua

Tribunnews/Alfarizy Ajie Fadhillah
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (22 SEPTEMBER 2026) – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, memberikan peringatan keras kepada aparat keamanan menyusul tragedi penembakan yang menewaskan seorang sopir di Papua oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau OPM. Pigai menekankan bahwa keselamatan warga sipil di wilayah konflik harus menjadi prioritas utama negara. Ia menyoroti kerentanan masyarakat umum yang kerap terjebak di tengah ketegangan antara aparat keamanan dan kelompok separatis di Bumi Cenderawasih.

Dalam pernyataan resminya, Pigai secara spesifik memperingatkan jajaran TNI dan Polri agar tidak melibatkan warga sipil dalam aktivitas intelijen atau menjadikan mereka sebagai informan di lapangan. Menurut Menteri HAM, praktik memanfaatkan warga biasa untuk kepentingan pengumpulan informasi hanya akan menempatkan nyawa mereka dalam risiko yang sangat tinggi. Hal ini dinilai dapat memicu kecurigaan kelompok bersenjata terhadap masyarakat lokal yang sebenarnya tidak terlibat dalam konflik.

banner 325x300

Lebih lanjut, insiden penembakan terhadap sopir tersebut dianggap sebagai pengingat akan pentingnya profesionalisme aparat dalam menjalankan tugas pengamanan. Pigai berpendapat bahwa institusi keamanan seharusnya mengandalkan teknologi canggih dan personel yang terlatih secara khusus untuk operasi intelijen, alih-alih memanfaatkan profesi sipil seperti sopir atau pedagang. Pendekatan ini sangat krusial untuk mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut dari kalangan non-kombatan.

Sebagai penutup, Natalius Pigai mengajak semua pihak untuk mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam setiap upaya penyelesaian konflik di Papua. Penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan harus dilakukan dengan tegas namun tetap menghormati prosedur hukum yang berlaku guna menciptakan kedamaian yang berkelanjutan. Laporan terkait situasi hak asasi manusia dan keamanan di Papua ini disusun kembali oleh KilasSwara.

Menteri HAM menegaskan bahwa tugas utama negara adalah melindungi setiap tumpah darah Indonesia, termasuk mereka yang bekerja mencari nafkah di daerah rawan konflik. Ia berharap koordinasi antar lembaga keamanan dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan keamanan warga sipil di sekitarnya. Artikel berita ini dilaporkan kembali oleh KilasSwara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *