JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, melontarkan kritik keras terhadap tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia yang masih melampaui target nasional. Dalam rapat kerja bersama Kementerian Kesehatan, ia menegaskan perlunya evaluasi mendalam terhadap manajemen pelayanan kesehatan guna mencegah terjadinya fatalitas pasien akibat kendala birokrasi dan teknis di fasilitas kesehatan.
Pulung secara khusus menyoroti urgensi dilakukannya audit menyeluruh terhadap sistem rujukan serta proses akreditasi rumah sakit. Menurutnya, status akreditasi yang disandang rumah sakit seharusnya mencerminkan kualitas pelayanan nyata di lapangan, bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif di atas kertas. Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa pasien tidak boleh dikompromikan oleh prosedur rujukan yang berbelit-belit dan tidak responsif.
Sorotan ini dipicu oleh sejumlah insiden tragis, termasuk kasus di RSUD Labuang Baji, Makassar, di mana pasien dilaporkan meninggal dunia setelah menghadapi kendala dalam proses rujukan. Data menunjukkan bahwa AKI saat ini berada di angka 189 per 100.000 kelahiran hidup, sementara target 2024 adalah 183. Demikian pula dengan AKB yang menyentuh angka 16,85 per 1.000 kelahiran hidup, masih di atas target yang ditetapkan sebesar 16 per 1.000 kelahiran hidup.
Langkah audit ini diharapkan mampu memperbaiki standar pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia agar lebih humanis dan sigap dalam menangani kondisi darurat. Reformasi sistem rujukan menjadi kunci utama agar tidak ada lagi nyawa yang melayang hanya karena masalah administrasi rumah sakit, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.
















