KISARAN, KILAS-SWARA.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Sebanyak 22 siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Kisaran di Kabupaten Asahan dilaporkan harus menjalani perawatan medis intensif akibat dugaan keracunan makanan. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di lingkungan sekolah. Para siswa mulai merasakan keluhan kesehatan yang serius sesaat setelah mengonsumsi hidangan tersebut, memicu tindakan darurat dari pihak madrasah.
Gejala yang dialami oleh para siswa meliputi rasa mual, muntah, serta nyeri pada bagian perut yang muncul secara bersamaan. Menanggapi situasi yang memburuk, pihak sekolah segera mengevakuasi seluruh siswa yang terdampak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Abdul Manan Simatupang untuk mendapatkan penanganan medis segera. Saat ini, tim medis rumah sakit terus melakukan observasi terhadap kondisi fisik para siswa guna memastikan tidak ada komplikasi lebih lanjut.
Wakil Bupati Asahan yang meninjau langsung kondisi para korban menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan perawatan para siswa tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keselamatan warga, khususnya para pelajar yang sedang menjalankan program nasional. Pemerintah daerah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pemulihan kesehatan para siswa hingga mereka dinyatakan stabil dan dapat kembali pulang.
Terkait penyebab pasti insiden ini, pihak berwenang bersama Dinas Kesehatan telah mengambil sampel sisa makanan untuk dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Investigasi sedang berlangsung untuk mengidentifikasi apakah terdapat kontaminasi pada bahan baku atau kesalahan dalam proses pengolahan makanan oleh penyedia jasa. Langkah evaluasi total terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut kini tengah dijalankan, laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.
















