REMBANG, KILAS-SWARA.COM – Operasional dapur Satu Perangkat Pengolah Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, resmi dihentikan untuk sementara waktu oleh pihak berwenang. Keputusan ini diambil menyusul insiden kesehatan serius yang melibatkan ratusan pelajar serta puluhan tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Lasem. Langkah penghentian aktivitas dapur ini dilakukan sebagai upaya preventif guna mencegah meluasnya dampak kesehatan sekaligus mempermudah proses investigasi yang sedang berjalan.
Berdasarkan data medis yang terkumpul, tercatat sebanyak 752 siswa dan 25 guru mengalami gejala klinis yang mengarah pada keracunan pangan setelah mengonsumsi makanan dari program uji coba makan bergizi. Para korban rata-rata mengeluhkan rasa mual, pusing, hingga gangguan pencernaan beberapa jam setelah menyantap hidangan tersebut. Tim medis dari Dinas Kesehatan setempat telah dikerahkan untuk memberikan penanganan darurat dan melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para siswa dan guru yang terdampak.
Pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang saat ini tengah melakukan investigasi mendalam dengan mengambil berbagai sampel makanan dari dapur SPPG Soditan. Sampel yang diambil meliputi nasi, lauk pauk, hingga bahan baku air yang digunakan dalam proses memasak untuk diuji di laboratorium kesehatan masyarakat. Pengawasan di area dapur juga diperketat guna memastikan tidak ada aktivitas pengolahan makanan hingga hasil uji laboratorium keluar dan standar keamanan pangan dipastikan terpenuhi kembali.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa insiden ini menjadi bahan evaluasi besar dalam pelaksanaan program penyediaan makanan bagi institusi pendidikan di wilayah tersebut. Pengetatan SOP sanitasi dan pemilihan bahan baku berkualitas menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Laporan mengenai tindak lanjut penanganan kasus keracunan di lingkungan sekolah ini disusun kembali oleh KilasSwara.
Hingga saat ini, pihak sekolah dan otoritas terkait terus menjalin komunikasi dengan wali murid untuk memberikan informasi terkini mengenai status kesehatan para siswa. Penutupan dapur SPPG Soditan akan terus diberlakukan sampai adanya rekomendasi resmi dari tim ahli kesehatan dan keamanan pangan. Seluruh pihak berharap proses pemulihan para korban dapat berjalan cepat sehingga kegiatan belajar mengajar di SMAN 1 Lasem kembali normal, laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.
















