Charles Honoris Kritik Kepala BGN: Jangan Anggap Kritik Masyarakat Soal MBG Sebagai Kegaduhan

Tribunnews.com/Fersianus Waku
banner 120x600
banner 468x60

JAKARTA, TRIBUNNEWS (17 SEPTEMBER 2026) – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyampaikan kritik tajam terhadap pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, terkait dinamika pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Charles menegaskan bahwa masukan serta kekhawatiran yang disampaikan oleh para guru dan orang tua murid tidak seharusnya dicap sebagai upaya membuat kegaduhan. Sebaliknya, partisipasi aktif dari elemen masyarakat tersebut merupakan bentuk pengawasan langsung terhadap kebijakan yang berdampak besar pada kesehatan anak-anak sekolah.

Charles berpendapat bahwa keterlibatan orang tua dan tenaga pendidik sangat krusial dalam memastikan kualitas nutrisi serta higienitas makanan yang didistribusikan kepada para siswa di seluruh pelosok tanah air. Program yang menjadi salah satu prioritas nasional ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah dan komunitas sekolah untuk menjamin efektivitas di lapangan secara nyata. Menurutnya, pemerintah harus lebih terbuka dalam menerima evaluasi kritis agar berbagai hambatan teknis yang muncul selama masa implementasi awal dapat segera diatasi dengan solusi yang tepat.

banner 325x300

Sebagai kebijakan dengan alokasi anggaran negara yang cukup signifikan, transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek utama yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Charles mengingatkan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan harus dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya hingga sampai ke tangan penerima manfaat sesuai standar gizi yang ditetapkan. Oleh karena itu, suara-suara dari lapangan justru harus dijadikan bahan pertimbangan penting guna menyempurnakan mekanisme distribusi dan sistem pengawasan program di berbagai wilayah Indonesia.

Politisi tersebut berharap agar pihak Badan Gizi Nasional mengedepankan komunikasi yang lebih inklusif dan tidak bersikap antikritik dalam menghadapi berbagai kendala yang timbul selama masa uji coba berlangsung. Kerja sama yang harmonis antara pemangku kepentingan dan publik dianggap sebagai kunci utama keberhasilan jangka panjang bagi peningkatan kualitas gizi generasi muda Indonesia di masa depan. Laporan mendalam mengenai sorotan terhadap kebijakan strategis pemerintah ini disusun kembali oleh tim redaksi KilasSwara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *