Investigasi Keracunan MBG di Blora: Dinkes Temukan Bahan Pangan Tak Layak

banner 120x600
banner 468x60

BLORA, KILAS-SWARA.COM (10 SEPTEMBER 2026) – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 216 warga saat pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Blora mulai menemui titik terang. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Blora mengungkapkan temuan awal mengenai kondisi bahan pangan yang diduga menjadi pemicu utama insiden medis yang melibatkan ratusan siswa tersebut.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, petugas kesehatan menemukan adanya ketidaklayakan pada salah satu komponen lauk, yaitu tempe, yang disimpan secara tidak higienis. Tempe tersebut ditemukan tersimpan di dalam ember dalam kondisi yang sudah mengeluarkan aroma tidak sedap sebelum diolah menjadi menu makanan. Kondisi penyimpanan yang buruk ini ditengarai menjadi penyebab utama kontaminasi yang memicu gejala gangguan pencernaan pada para konsumen.

banner 325x300

Guna memastikan penyebab pastinya secara ilmiah, pihak berwenang telah mengambil berbagai sampel makanan yang meliputi nasi, telur, tempe, serta sampel air yang digunakan dalam proses memasak. Seluruh sampel tersebut kini telah dikirim ke laboratorium kesehatan di Semarang untuk menjalani uji klinis mendalam guna mengidentifikasi keberadaan bakteri atau zat berbahaya yang terkandung di dalamnya.

Hingga saat ini, sebagian besar korban yang mengalami mual dan muntah telah mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan terdekat, dengan beberapa di antaranya sudah diperbolehkan pulang. Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dalam mengevaluasi standar operasional prosedur penyediaan makanan bagi masyarakat luas, sebagaimana dilaporkan kembali oleh KilasSwara.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *