JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (20 OKTOBER 2026) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi mulai menerapkan inovasi teknologi menggunakan dry ice atau es kering untuk mengurai kabut asap pekat yang dihasilkan oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah strategis ini diambil sebagai upaya cepat dalam memulihkan kualitas udara di wilayah-wilayah terdampak yang telah mencapai level berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Penggunaan teknologi ini difokuskan pada pemecahan partikel asap di atmosfer agar jarak pandang dapat segera membaik.
Metode ini bekerja dengan cara menyemai es kering dari udara menggunakan pesawat khusus ke dalam gumpalan asap yang terkonsentrasi. Reaksi suhu dingin dari dry ice tersebut memicu proses kondensasi yang mampu menurunkan partikel polutan ke permukaan tanah lebih cepat dibandingkan proses alami. BNPB menilai bahwa intervensi ini sangat efektif diaplikasikan pada area dengan densitas asap yang sangat tinggi, di mana teknologi modifikasi cuaca konvensional seringkali menghadapi kendala teknis.
Selain bertujuan untuk membersihkan polusi udara, penerapan teknologi dry ice ini juga merupakan bagian dari operasi terpadu penanganan karhutla yang melibatkan satgas darat dan udara. Penggunaan es kering melengkapi operasi water bombing yang terus dilakukan untuk memadamkan titik api di berbagai lahan gambut dan hutan. Pihak berwenang berharap kombinasi teknologi ini dapat meminimalisir dampak ekonomi dan sosial yang biasanya timbul akibat gangguan penerbangan serta aktivitas harian warga yang terhambat kabut asap.
Pemerintah terus memantau perkembangan titik panas dan arah sebaran asap melalui data satelit guna memastikan koordinat penyemaian es kering dilakukan secara presisi dan tepat sasaran. BNPB menegaskan komitmennya untuk terus mengerahkan sumber daya terbaik dalam mengatasi krisis lingkungan ini demi keselamatan warga di seluruh pelosok negeri. Laporan mengenai langkah inovatif dalam mitigasi bencana ini disusun kembali oleh KilasSwara.











