BANDUNG, KILAS-SWARA.COM (12/10/2026) – Kasus penyerangan terhadap bus yang membawa skuad muda Persib U-18 kini memasuki babak baru setelah pihak kepolisian merilis hasil pemeriksaan terhadap terduga pelaku. Berdasarkan hasil tes urine yang dilakukan oleh tim penyidik, pelaku utama dalam aksi vandalisme tersebut dinyatakan positif mengonsumsi narkotika. Temuan ini menjadi sorotan tajam karena menunjukkan adanya pengaruh zat terlarang di balik tindakan anarkis yang mencederai sportivitas olahraga.
Selain hasil tes urine yang memperkuat indikasi penyalahgunaan obat-obatan, kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti fisik saat melakukan penangkapan. Di lokasi penggeledahan, petugas menemukan alat hisap narkotika atau bong yang diduga baru saja digunakan oleh pelaku. Keberadaan alat bukti ini semakin memperjelas kondisi psikologis tersangka saat melancarkan aksi perusakan yang menyebabkan kerusakan cukup parah pada armada bus tim Maung Ngora tersebut.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan secara tegas sesuai dengan undang-undang yang berlaku, mengingat tindakan pelaku tidak hanya merugikan secara materiil tetapi juga membahayakan keselamatan para pemain dan ofisial. Penyelidikan kini diarahkan untuk menelusuri asal-usul narkotika yang didapatkan pelaku serta mencari kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam insiden yang memicu keresahan publik tersebut.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di markas kepolisian setempat guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum agar keadilan dapat ditegakkan bagi tim Persib U-18. Laporan mendalam terkait perkembangan penyidikan kasus ini disusun kembali oleh KilasSwara.











