BANDUNG, KILAS-SWARA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Barat secara resmi mendorong Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk terlibat aktif dalam pengembangan transportasi publik ramah lingkungan melalui proyek angkot listrik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya modernisasi armada angkutan kota guna memperbaiki sistem transportasi sekaligus menekan emisi karbon di wilayah tersebut.
Dalam Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 di Bandung, Jawa Barat, KDM mengungkapkan bahwa kehadiran lembaga penjaminan sangat krusial untuk memberikan kepastian investasi pada sektor infrastruktur publik. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan skema pembiayaan yang meringankan bagi para pemilik angkutan konvensional agar dapat beralih ke kendaraan listrik tanpa terbebani biaya investasi awal yang terlalu besar.
Saat ini, Kota Bogor telah menjadi wilayah percontohan awal untuk pengoperasian angkot listrik di Jawa Barat melalui proyek pilot yang sedang berjalan. Keberhasilan proyek di Bogor akan menjadi tolok ukur utama sebelum skema serupa diimplementasikan secara luas ke kota-kota lain, seperti Bandung Raya, yang memiliki tantangan kemacetan dan polusi udara yang serupa.
Transformasi ke moda transportasi berbasis baterai merupakan bagian dari peta jalan jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menciptakan ekosistem perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Proyek ini tidak hanya fokus pada pengadaan kendaraan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur pendukung seperti stasiun pengisian daya di titik-titik strategis. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











