JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (21 OKTOBER 2026) – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) secara resmi mengerahkan satu unit pesawat angkut berat C-130 Hercules untuk mendistribusikan 12 ton dry ice ke wilayah Kalimantan. Langkah strategis ini dilakukan dalam rangka mendukung operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya preventif dan penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi ancaman tahunan di kawasan tersebut.
Muatan dry ice atau es kering tersebut diterbangkan langsung dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma menuju titik-titik strategis di Kalimantan guna mempercepat proses penyemaian awan. Penggunaan bahan semai ini sangat krusial dalam memicu terjadinya hujan buatan, terutama pada kondisi cuaca tertentu di mana awan potensial memerlukan stimulasi tambahan agar dapat jatuh sebagai presipitasi yang efektif membasahi lahan gambut yang kering.
Pelaksanaan misi kemanusiaan ini merupakan bentuk sinergi nyata antara TNI AU dengan sejumlah instansi terkait, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kolaborasi tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan potensi awan hujan berdasarkan analisis data atmosferik terkini, sehingga intervensi teknologi yang dilakukan dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan suhu permukaan dan pembasahan area rawan api.
Dengan ketersediaan logistik yang memadai di lapangan, diharapkan intensitas hujan buatan dapat ditingkatkan untuk menjaga ekosistem hutan dan meminimalisir risiko kabut asap yang merugikan kesehatan serta ekonomi masyarakat. Misi ini menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui pendekatan teknologi mutakhir, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











