AGAM, KILAS-SWARA.COM (4 September 2026) – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Keputusan tegas ini diambil pada Jumat (4/9) setelah sebanyak 344 warga diduga mengalami keracunan SPPG Agam massal usai menyantap paket makanan dari fasilitas tersebut. Langkah penutupan sementara ini menjadi upaya preventif guna mengantisipasi jatuhnya korban tambahan sembari menunggu hasil investigasi menyeluruh.
Mayoritas korban dalam insiden keracunan SPPG Agam tersebut merupakan anak-anak sekolah yang menjadi penerima manfaat utama program pemenuhan gizi nasional. Mereka dilaporkan mengalami gejala medis serupa seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah sesaat setelah mengonsumsi hidangan yang disediakan. Tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian serta merujuk korban dengan kondisi berat ke rumah sakit terdekat.
Pihak BGN bersama Dinas Kesehatan setempat kini tengah melakukan uji laboratorium mendalam terhadap sampel sisa makanan dan air yang digunakan di dapur layanan. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan kontaminasi bakteri pada bahan baku atau kesalahan prosedur dalam proses pengolahan makanan massal tersebut. Selain itu, petugas juga melakukan audit ketat terhadap standar kebersihan dan keamanan pangan di seluruh area operasional SPPG.
Proses sterilisasi total akan dilakukan di gedung layanan sebelum diputuskan mengenai keberlanjutan operasional unit tersebut di masa mendatang. Pemerintah daerah meminta masyarakat tetap waspada dan segera melaporkan jika ada warga lain yang mengalami gejala serupa setelah mengonsumsi paket gizi. Laporan terkait perkembangan investigasi keracunan SPPG Agam ini disusun kembali oleh tim redaksi KilasSwara untuk menyajikan informasi yang akurat bagi publik.
KilasSwara berkomitmen menyajikan berita faktual dan berimbang untuk memastikan hak informasi pembaca terpenuhi secara profesional.
















