LAMPUNG SELATAN, KILAS-SWARA.COM (9 OKTOBER 2026) – Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, dilaporkan mengalami aktivitas vulkanik berupa erupsi sebanyak dua kali pada Jumat petang. Letusan pertama tercatat terjadi pada pukul 16.48 WIB dengan ketinggian kolom abu yang teramati mencapai sekitar 100 meter di atas puncak, atau kurang lebih 257 meter di atas permukaan laut.
Aktivitas vulkanik kembali berlanjut pada pukul 18.06 WIB dengan skala yang sedikit lebih besar. Pada erupsi kedua ini, tinggi kolom abu vulkanik teramati mencapai 150 meter dari atas puncak kawah, atau sekitar 307 meter di atas permukaan laut. Berdasarkan pemantauan visual, kolom abu menunjukkan warna kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak secara konsisten ke arah timur laut.
Saat ini, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih ditetapkan pada Level II atau status Waspada. Pihak berwenang dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan aktivitas gunung api tersebut guna memastikan keamanan di wilayah sekitar perairan Selat Sunda dan pesisir Lampung maupun Banten.
Masyarakat, wisatawan, serta pendaki dihimbau keras untuk mematuhi rekomendasi keselamatan dengan tidak mendekati kawah aktif dalam radius dua kilometer. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko terkena material vulkanik jika terjadi letusan susulan sewaktu-waktu. Laporan mengenai perkembangan terkini aktivitas gunung api ini disusun dan ditulis ulang oleh KilasSwara.











