JAMBI, KILAS-SWARA.COM (04/09/2026) – Ratusan penumpang Lion Group mengalami ketegangan di Bandara Sultan Thaha Jambi setelah jadwal penerbangan batal akibat kabut asap pekat pada Jumat siang. Gangguan jarak pandang yang menurun drastis di bawah batas aman memaksa maskapai membatalkan sejumlah rute demi keselamatan operasional. Kondisi ini memicu gelombang protes dari para calon penumpang yang menuntut kejelasan kompensasi serta kepastian jadwal terbang mereka.
Pihak otoritas bandara melaporkan bahwa jarak pandang saat ini berada di level kritis yakni kurang dari 500 meter. Akibatnya, operasional pesawat Lion Air dan Wings Air tidak memungkinkan untuk melakukan lepas landas maupun pendaratan di landas pacu. Penumpukan massa di area terminal keberangkatan sempat memanas karena terbatasnya informasi awal yang diterima penumpang mengenai durasi pembatalan tersebut.
Fenomena kabut asap ini merupakan dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di wilayah Sumatera dalam sepekan terakhir. Selain mengganggu jalur transportasi udara, polusi udara yang pekat juga mulai mengancam kesehatan masyarakat dan aktivitas ekonomi daerah secara luas. Sebelumnya, BMKG telah memperingatkan adanya potensi gangguan penerbangan batal akibat kabut asap akibat sebaran titik api yang terus bertambah.
Sebagai langkah mitigasi, manajemen maskapai akhirnya menawarkan opsi pengembalian dana penuh atau penjadwalan ulang bagi seluruh penumpang terdampak. Petugas keamanan bandara terus berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif di area loket pelayanan. Laporan mendalam mengenai situasi ini disusun kembali oleh tim redaksi KilasSwara berdasarkan perkembangan terkini di lokasi kejadian.
















