BNPB Berhasil Tangani 379.973 Hektare Karhutla di Enam Provinsi Prioritas

ANTARA/Devi Nindy

JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (1 OKTOBER 2026) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan keberhasilan dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda enam provinsi prioritas di Indonesia sepanjang periode tahun ini. Total luas area yang terdampak dan berhasil ditangani mencapai 379.973 hektare. Fokus penanganan utama dipusatkan pada wilayah rawan seperti Riau, Jambi, Sumatera Selatan, serta tiga provinsi di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Kepala BNPB, Berton Panjaitan, menjelaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari koordinasi intensif dan pengerahan sumber daya yang maksimal di lapangan. Meskipun luas lahan yang terbakar cukup signifikan, angka tersebut menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Pengawasan ketat terus dilakukan di area lahan gambut yang memiliki risiko tinggi penyebaran api bawah tanah agar kebakaran tidak meluas ke pemukiman warga atau kawasan hutan lindung yang lebih luas.

Dalam operasi pemadaman ini, BNPB mengerahkan sedikitnya 50 unit helikopter untuk menjalankan misi bom air (water bombing) serta patroli udara di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Selain itu, pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menjadi instrumen krusial dalam memicu turunnya hujan buatan untuk membasahi lahan yang kering. Sinergi antara pemadaman dari udara dan tim darat terbukti efektif dalam memitigasi dampak kabut asap yang sempat mengancam kualitas udara di wilayah terdampak.

Meski kondisi saat ini relatif terkendali, pemerintah tetap mengimbau seluruh elemen masyarakat dan perusahaan pemegang konsesi lahan untuk tidak melakukan pembakaran secara sengaja. Upaya preventif melalui penguatan patroli terpadu dan sosialisasi kepada warga di tingkat desa menjadi prioritas selanjutnya guna mencegah munculnya titik api baru di masa mendatang. Laporan mengenai perkembangan mitigasi bencana nasional ini disusun kembali oleh KilasSwara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *