BEIJING, KILAS-SWARA.COM (26/09/2026) – Pemerintah China secara resmi menyatakan telah mencapai delapan poin kesepakatan krusial dengan Amerika Serikat dalam pertemuan diplomatik tingkat tinggi yang berlangsung di New York. Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken guna membahas langkah-langkah stabilisasi hubungan bilateral kedua negara di tengah ketegangan global yang masih berlangsung hingga saat ini.
Salah satu fokus utama dari delapan konsensus tersebut adalah komitmen kedua negara untuk mempertahankan komunikasi strategis dan terus mengimplementasikan visi San Francisco yang telah disepakati sebelumnya oleh para pemimpin negara. Hal ini meliputi pelaksanaan dialog secara rutin mengenai urusan internasional dan regional guna meminimalisir risiko gesekan diplomatik yang tidak diinginkan di berbagai kawasan strategis dunia melalui saluran komunikasi yang lebih terbuka.
Dalam bidang kerja sama teknis, kedua belah pihak menyepakati
Pertama, China-AS sepakat membangun “hubungan yang stabil, strategis dan konstruktif antara China dan AS berdasarkan rasa hormat, keadilan, dan kesetaraan”.
Kedua, China-AS sepakat saling mendukung penyelenggaraan Pertemuan Informal Pemimpin APEC dan KTT Pemimpin G20 yang diselenggarakan masing-masing pihak. Kedua kepala negara berniat menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh pihak lainnya.
Ketiga, kedua kepala negara sepakat bahwa Iran harus memenuhi komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, dan bahwa negara atau lembaga mana pun tidak boleh memungut biaya untuk melintasi perairan internasional.
Keempat, kedua kepala negara mengenang bahwa China dan AS adalah sekutu dalam Perang Dunia II dan berjuang bahu-membahu untuk memenangkan perang.
Kelima, kedua kepala negara mengakui peran positif mekanisme konsultasi ekonomi dan perdagangan China-AS serta hasil konsultasi tim ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Hasil tersebut mencakup pembentukan dan pengembangan mekanisme Dewan Perdagangan, tercapainya pengaturan penurunan tarif secara timbal balik senilai 30 miliar dolar AS, dan perpanjangan hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan di Kuala Lumpur. Kedua kepala negara juga menginstruksikan agar hasil-hasil tersebut dilaksanakan.
Keenam, kerja sama antara lembaga penegak hukum antinarkoba China dan AS telah membuahkan hasil yang nyata. Baru-baru ini, kedua pihak bekerja sama secara erat dan bersama-sama mengungkap sejumlah kasus yang melibatkan zat psikoaktif baru serta bahan kimia prekursor maupun menangkap puluhan tersangka terkait kejahatan di kedua negara.
Ketujuh, China-AS sepakat membentuk dialog tentang kecerdasan buatan (AI) untuk bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaat terkait kecerdasan buatan. Dialog berikutnya akan diadakan pada November 2026. Kedua kepala negara juga sepakat membentuk saluran komunikasi mengenai insiden AI
Kedelapan, AS menyambut kedatangan sepasang panda raksasa yang dipinjamkan pihak China kepada Kebun Binatang Atlanta
. Artikel ini telah diulas dan ditulis ulang oleh KilasSwara.











