JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka guna membahas rencana strategis mengenai penyediaan akses pendidikan gratis bagi masyarakat Indonesia. Agenda krusial ini mencakup layanan pendidikan tanpa biaya mulai dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh tanah air. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses belajar bagi generasi muda tanpa terkendala biaya.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah menteri terkait, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat , Menteri Keuangan , serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah . Fokus diskusi utama adalah melakukan pemetaan anggaran dan mekanisme pelaksanaan agar program ini dapat berjalan tepat sasaran. Pemerintah tengah mengkaji secara mendalam kesiapan dana APBN untuk mendukung keberlangsungan visi besar tersebut.
Program pendidikan gratis ini dirancang tidak hanya untuk memperkuat sekolah dasar dan menengah, tetapi juga memberikan kesempatan bagi lulusan SMA untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas negeri tanpa beban biaya operasional. Presiden menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dan sinkronisasi data antar-kementerian guna memastikan bahwa setiap bantuan pendidikan jatuh ke tangan yang benar-benar membutuhkan. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Selain membahas pendanaan, ratas tersebut juga meninjau infrastruktur pendidikan serta kualitas pengajaran yang harus tetap terjaga meski biaya dihapuskan. Presiden memberikan arahan agar kebijakan ini segera difinalisasi dalam waktu dekat agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas. Demikian laporan ini dirangkum dan ditulis ulang oleh KilasSwara berdasarkan perkembangan terkini di lingkungan Istana Kepresidenan.
















