BANTEN, KILAS-SWARA.COM (17 SEPTEMBER 2026) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian terhadap rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda. Langkah ini diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran intensif selama tujuh hari berturut-turut tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan para korban maupun puing-puing kendaraan yang mereka tumpangi di area pencarian.
Operasi SAR yang melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI AL dan Polairud, telah mencakup area koordinat yang sangat luas sesuai dengan rencana operasi yang telah ditentukan sejak awal laporan diterima. Meskipun cuaca di sekitar lokasi pencarian sempat mengalami perubahan yang dinamis, petugas tetap berupaya maksimal dengan mengerahkan sejumlah kapal penyelamat serta peralatan pendeteksi bawah air. Namun, hingga batas waktu standar operasional prosedur berakhir, seluruh upaya tersebut belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Kepala Basarnas menjelaskan bahwa penghentian operasi ini sudah sesuai dengan regulasi yang berlaku mengenai batas waktu maksimal pencarian orang hilang dalam misi kemanusiaan. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi gabungan ini kini ditarik kembali ke kesatuan masing-masing untuk bersiaga pada penugasan berikutnya. Walaupun status operasi dinyatakan ditutup, pihak berwenang menegaskan bahwa koordinasi dengan komunitas nelayan dan kapal-kapal niaga yang melintas di Selat Sunda akan terus dipantau secara berkala.
Operasi pencarian ini memiliki peluang untuk dibuka kembali sewaktu-waktu apabila di masa mendatang ditemukan bukti autentik atau petunjuk baru yang signifikan terkait lokasi keberadaan para jurnalis tersebut. Pihak keluarga korban juga telah diberikan pemahaman dan informasi menyeluruh mengenai prosedur penghentian pencarian ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Laporan mendalam mengenai penghentian pencarian jurnalis di Selat Sunda ini disusun kembali oleh KilasSwara.
















