JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan pernyataan tegas mengenai masa depan pendidikan tinggi di Indonesia dengan menekankan bahwa biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seharusnya tidak membebani masyarakat. Dalam pandangannya, pendidikan merupakan tanggung jawab negara yang sangat krusial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia berkomitmen untuk mencari solusi agar akses pendidikan tinggi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkendala biaya yang mahal.
Pernyataan tersebut muncul setelah Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, melaporkan keresahan masyarakat terkait melambungnya biaya kuliah melalui jalur mandiri. Zulhas menyoroti bahwa uang pangkal di sejumlah universitas negeri saat ini bisa mencapai angka ratusan juta rupiah, sebuah nominal yang dianggap sangat memberatkan bagi para orang tua. Fenomena ini dinilai kontradiktif dengan status PTN yang seharusnya menjadi tumpuan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan berkualitas dengan harga terjangkau.
Merespons laporan tersebut, Prabowo Subianto menyatakan bahwa praktik komersialisasi pendidikan tinggi harus ditinjau ulang. Ia menekankan bahwa fungsi pemerintah adalah untuk memastikan bahwa anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan akademik tidak terhenti langkahnya hanya karena masalah finansial. Prabowo juga menginstruksikan timnya untuk mempelajari skema anggaran yang memungkinkan negara menanggung beban biaya pendidikan tinggi secara lebih komprehensif di masa kepemimpinannya mendatang.
Selain membahas mengenai biaya kuliah, Prabowo optimis bahwa efisiensi anggaran negara dan pengelolaan sumber daya yang tepat akan mampu mendanai program pendidikan gratis tersebut. Ia bertekad untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama guna menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif di kancah global. Upaya transformasi ini diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan nasional. Laporan berita ini ditulis ulang oleh KilasSwara.
















