JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Presiden terpilih Prabowo Subianto memberikan peringatan serius kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terjebak oleh narasi yang berkembang di media sosial. Beliau menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menyaring informasi digital karena platform tersebut rawan disalahgunakan oleh pihak tertentu. Menurutnya, stabilitas nasional dapat terancam jika publik secara mentah menerima konten yang sengaja dirancang untuk memicu perpecahan.
Dalam pernyataan tersebut, Prabowo menyoroti potensi keterlibatan pihak asing yang diduga menggunakan jasa buzzer atau tentara siber untuk memanipulasi opini publik di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kekuatan finansial dari luar negeri sangat mungkin digunakan untuk membiayai penyebaran disinformasi secara masif. Hal ini dipandang sebagai upaya sistematis yang bertujuan untuk melemahkan persatuan bangsa melalui ruang digital.
Lebih lanjut, Ketua Umum Partai Gerindra ini mengajak masyarakat untuk senantiasa menggunakan logika dan akal sehat saat berinteraksi di dunia maya. Keberadaan provokator digital yang dikendalikan kepentingan asing dianggap sebagai tantangan nyata dalam menjaga keharmonisan sosial. Oleh karena itu, verifikasi terhadap setiap informasi menjadi langkah krusial agar masyarakat tidak menjadi korban adu domba yang direncanakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Prabowo juga menegaskan bahwa kedaulatan bangsa mencakup perlindungan terhadap ruang informasi agar tetap bersih dari intervensi negatif. Penguatan literasi digital bagi masyarakat diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan utama dalam menghadapi dinamika politik dan sosial di era teknologi informasi. Artikel ini telah disusun kembali oleh tim redaksi KilasSwara agar memberikan perspektif yang jernih dan faktual bagi para pembaca.
















