Menbud Fadli Zon Ajak Generasi Muda Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Pelestarian Budaya

ANTARA FOTO/Arnas Padda

JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 sebagai momentum krusial untuk memperkuat identitas nasional melalui pelestarian budaya. Beliau menyatakan bahwa semangat persatuan yang dicetuskan para pemuda pada tahun 1928 merupakan fondasi utama yang harus terus dijaga dan diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa saat ini. Menbud menilai bahwa kebudayaan adalah elemen vital yang mengikat keberagaman Indonesia menjadi satu kesatuan yang kokoh.

Dalam peringatan bertema “Maju Bersama Indonesia Raya” tersebut, Fadli Zon mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk aktif merawat dan mengembangkan kekayaan tradisi Nusantara. Menurutnya, budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan ruh atau DNA bangsa yang harus menjadi motor penggerak kemajuan di masa depan. Ia mendorong para pemuda untuk bangga terhadap identitas budayanya sendiri di tengah gempuran arus globalisasi yang semakin masif.

Lebih lanjut, Menteri Kebudayaan menjelaskan bahwa upaya perlindungan dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan akan menjadi prioritas strategis pemerintah. Hal ini bertujuan agar kekayaan intelektual dan seni tradisional dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta memperkuat posisi Indonesia di mata dunia. Beliau berharap inovasi-inovasi baru yang lahir dari tangan kreatif pemuda tetap berpijak pada nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang telah ada sejak lama.

Sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif juga terus digalakkan untuk menciptakan ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan dan kompetitif. Dengan merawat budaya secara konsisten, Indonesia diharapkan mampu bertransformasi menjadi bangsa yang berdaulat secara budaya dan mandiri secara ekonomi. Peringatan Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan menjadi titik balik bagi penguatan karakter bangsa melalui jalur kebudayaan yang inklusif, di mana laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *