JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (1 OKTOBER 2026) – Kementerian Kehutanan mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan sekitar 5.000 personel Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah strategis ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah pusat dalam menjaga ekosistem hutan dan meminimalisir dampak kabut asap yang sering melanda sejumlah wilayah di Indonesia saat musim kemarau tiba.
Fokus utama dari pengerahan ribuan personel ini meliputi pengawasan ketat di zona-zona rawan serta penguatan koordinasi di tingkat tapak. Tim yang disiagakan mencakup satuan tugas khusus Manggala Agni yang memiliki keahlian dalam pemadaman dini dan teknik pengendalian api di medan yang sulit. Kemenhut juga menekankan pentingnya penggunaan teknologi pemantauan titik panas (hotspot) secara real-time untuk mempercepat respon taktis di lapangan sebelum api meluas.
Sejumlah provinsi yang menjadi perhatian khusus dalam operasi ini antara lain Riau, Jambi, Sumatra Selatan, serta berbagai wilayah di Kalimantan yang secara historis memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran lahan gambut. Selain pengerahan personel fisik, kementerian juga menggandeng pemerintah daerah dan kelompok masyarakat peduli api untuk meningkatkan kesadaran kolektif dalam mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang melanggar hukum.
Upaya sistematis ini diharapkan mampu menekan luas area terbakar secara signifikan melalui pendekatan pencegahan yang lebih terukur dan responsif. Penyiagaan 5.000 personel ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam perlindungan lingkungan hidup dan pemenuhan target penurunan emisi nasional dari sektor kehutanan, yang laporan lengkapnya disusun kembali oleh KilasSwara.











