KARO, KILAS-SWARA.COM (9 september 2026) – Kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 040461 Kabanjahe, Kabupaten Karo, kini resmi bergulir ke ranah hukum. Insiden ini terjadi saat dilaksanakannya simulasi program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang mengakibatkan sedikitnya 40 murid harus mendapatkan perawatan medis setelah mengonsumsi paket makanan yang disediakan. Tim Advokasi dan Bantuan Hukum telah mengambil langkah tegas untuk mendesak aparat kepolisian segera melakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Desakan penegakan hukum ini muncul seiring dengan kekhawatiran masyarakat terhadap standar keamanan pangan dalam program strategis pemerintah tersebut. Pihak pendamping hukum menekankan bahwa kejadian ini bukan sekadar musibah biasa, melainkan terdapat dugaan kelalaian serius dalam proses penyediaan hingga distribusi makanan kepada para siswa. Kepolisian Resor Tanah Karo diharapkan tidak hanya memeriksa vendor penyedia makanan, tetapi juga meninjau kembali prosedur pengawasan yang dilakukan oleh dinas terkait selama uji coba berlangsung.
Selain upaya hukum, Pemerintah Kabupaten Karo juga dituntut untuk segera mengevaluasi total pelaksanaan simulasi MBG agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain. Langkah transparansi hasil laboratorium terhadap sampel makanan sangat dinantikan oleh wali murid untuk memastikan apakah terdapat zat berbahaya atau kontaminasi bakteri dalam menu yang disajikan. Respon cepat dari Pemerintah Daerah dianggap krusial untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap program yang direncanakan akan dijalankan secara nasional ini.
Kondisi para siswa yang sempat menjalani perawatan intensif dilaporkan mulai stabil, namun dampak psikologis dan keraguan terhadap keamanan pangan di sekolah masih menjadi isu hangat di Kabanjahe. Penanganan kasus ini akan menjadi preseden penting bagi daerah lain dalam mengelola standar keamanan nutrisi bagi anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia. Laporan mendalam mengenai perkembangan investigasi ini disusun kembali oleh KilasSwara.
















