BENGKULU UTARA, KILAS-SWARA.COM – Tim SAR gabungan berhasil menemukan sesosok jasad yang diduga kuat merupakan kru kapal rombongan jurnalis yang sebelumnya dinyatakan hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Penemuan jenazah tersebut berlokasi di kawasan perairan Pulau Enggano, sebuah wilayah terluar di Kabupaten Bengkulu Utara yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Penemuan ini menjadi titik terang setelah operasi pencarian intensif dilakukan selama beberapa hari terakhir pasca insiden kecelakaan laut yang menimpa tim dokumentasi tersebut.
Berdasarkan kronologi kejadian, kapal yang mengangkut sejumlah awak media dan kru film tersebut mengalami kendala saat tengah mendokumentasikan aktivitas vulkanik di Selat Sunda. Kondisi cuaca yang tidak menentu disertai gelombang tinggi di perairan tersebut diduga menjadi pemicu utama kapal kehilangan kendali hingga akhirnya dilaporkan hilang kontak. Fokus pencarian kemudian diperluas hingga mencapai radius ratusan mil laut, mengikuti arah arus yang mengarah menuju bagian barat Sumatra, hingga akhirnya membuahkan hasil di koordinat sekitar Pulau Enggano.
Pulau Enggano sendiri merupakan salah satu dari pulau terluar Indonesia yang secara administratif masuk dalam wilayah Provinsi Bengkulu. Pulau ini memiliki karakteristik geografis yang cukup unik dengan dikelilingi oleh hamparan hutan bakau yang luas serta terumbu karang yang menantang. Kedekatannya dengan palung laut dalam di Samudra Hindia menjadikan wilayah perairan di sekitarnya memiliki arus yang sangat kuat, yang kemungkinan besar menjadi faktor terbawanya korban dari lokasi kejadian awal hingga terdampar di area terpencil ini.
Saat ini, jenazah korban telah dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk dilakukan proses identifikasi dan autopsi guna memastikan identitas pastinya. Pihak otoritas terkait juga telah berkoordinasi dengan keluarga kru yang hilang untuk proses penjemputan dan pemulangan jenazah ke daerah asal. Seluruh rangkaian peristiwa penemuan ini telah diverifikasi secara faktual dan disusun kembali oleh KilasSwara.
















