PADANG, ANTARA NEWS (1 OKTOBER 2026) – Gunung Marapi yang terletak di wilayah administratif Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, dilaporkan kembali mengalami aktivitas erupsi pada Kamis pagi. Fenomena vulkanik ini terpantau oleh petugas pengamat dengan adanya lontaran kolom abu yang membumbung tinggi ke udara, menandakan adanya peningkatan aktivitas seismik yang signifikan dari kawah utama gunung api paling aktif di Pulau Sumatera tersebut.
Berdasarkan data teknis dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan ini terekam melalui seismogram dengan amplitudo yang bervariasi dan durasi gempa letusan yang cukup lama. Sebaran abu vulkanik terlihat condong mengikuti arah tiupan angin, sehingga beberapa pemukiman di lereng gunung mulai melaporkan adanya hujan abu tipis yang menyelimuti area perkebunan dan atap rumah warga.
Merespons kondisi tersebut, pihak berwenang segera mengeluarkan rekomendasi teknis agar masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius bahaya yang telah ditetapkan. Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi juga diminta tetap siaga terhadap potensi ancaman bahaya lahar dingin, terutama apabila terjadi hujan lebat di wilayah puncak dalam waktu dekat.
Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih terus dipantau secara intensif selama 24 jam penuh untuk mendeteksi tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik lebih lanjut. Masyarakat diimbau untuk hanya mempercayai informasi resmi dari saluran pemerintah dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dalam laporan yang disusun kembali oleh KilasSwara.











