DPR Prioritaskan Keselamatan Warga dan Kelestarian Satwa dalam Penanganan Karhutla

Humas DPR RI

JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (13 OKTOBER 2026) – Komisi IV DPR RI menegaskan bahwa aspek keselamatan masyarakat serta kelestarian satwa liar harus menjadi prioritas utama dalam setiap upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Langkah ini dinilai krusial guna menekan dampak buruk polusi asap terhadap kesehatan publik sekaligus melindungi keanekaragaman hayati yang terancam kehilangan habitat aslinya akibat api.

Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina, menyatakan bahwa penanganan karhutla memerlukan pendekatan yang komprehensif. Selain fokus pada pemadaman titik api, koordinasi lintas sektoral harus dipastikan berjalan optimal untuk memberikan bantuan medis bagi warga terdampak serta melakukan langkah penyelamatan bagi satwa-satwa lindung yang terjebak di area kebakaran.

Parlemen juga mendorong penegakan hukum yang tanpa kompromi terhadap korporasi maupun individu yang terbukti lalai atau sengaja melakukan pembakaran lahan demi kepentingan ekonomi. Komisi IV meminta pemerintah bertindak tegas dengan memberikan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha bagi pelanggar, sebagai upaya preventif agar siklus bencana asap tahunan ini dapat diputus secara permanen melalui pengawasan yang lebih ketat.

Ke depannya, DPR berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan penguatan sarana prasarana pemadaman dan optimalisasi teknologi deteksi dini guna meminimalisir risiko kebakaran yang lebih luas di masa puncak musim kemarau. Komitmen ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan hidup, sebagaimana dilaporkan kembali oleh KilasSwara.

DPR menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem hutan agar tetap lestari dan terhindar dari potensi kebakaran yang merugikan banyak pihak. Melalui edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga lahan tanpa membakar dapat tumbuh secara alami di kalangan petani dan pelaku industri, yang kembali disusun oleh KilasSwara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *