BANDUNG, KILAS-SWARA.COM (15 SEPTEMBER 2026) – Tingginya angka kematian ibu dan bayi di wilayah Jawa Barat kini menjadi perhatian serius dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti statistik tersebut sebagai tantangan besar bagi sistem kesehatan daerah dalam menjamin keselamatan persalinan dan kesehatan balita. Peringatan ini memicu koordinasi lebih intensif antara pemerintah pusat dan daerah guna menekan angka fatalitas yang masih tergolong signifikan di provinsi dengan populasi terbesar di Indonesia tersebut.
Menanggapi sorotan tajam tersebut, Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, memberikan penjelasan terkait kondisi riil di lapangan serta faktor demografi yang memengaruhi data kesehatan tersebut. Ia menekankan bahwa jumlah penduduk Jawa Barat yang sangat besar secara otomatis berdampak pada akumulasi angka statistik kesehatan dibandingkan provinsi lain. Kendati demikian, pemerintah provinsi tetap menyatakan komitmen penuh untuk melakukan perbaikan layanan di berbagai lini medis demi menekan angka kematian hingga ke level minimal.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah fokus pada penguatan peran Posyandu dan pengadaan peralatan medis modern, termasuk penyediaan alat ultrasonografi (USG) di Puskesmas untuk deteksi dini risiko kehamilan. Selain itu, optimalisasi sistem rujukan rumah sakit juga menjadi prioritas agar penanganan ibu hamil dengan komplikasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan cepat. Program pendampingan intensif bagi ibu hamil di daerah-daerah terpencil terus digalakkan guna menjembatani kesenjangan akses layanan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu kendala utama.
Sinergi antara pemenuhan infrastruktur medis dan peningkatan kualitas sumber daya manusia tenaga kesehatan diharapkan mampu menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan. Bey menegaskan bahwa pemantauan ketat akan terus dilakukan hingga ke tingkat kabupaten dan kota untuk memastikan seluruh program kesehatan ibu dan anak berjalan tepat sasaran. Laporan mengenai evaluasi kualitas layanan kesehatan di Jawa Barat ini disusun kembali oleh KilasSwara.
Berdasarkan data yang dihimpun, pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap fasilitas kesehatan yang memiliki angka kematian tinggi guna mengidentifikasi hambatan teknis maupun manajerial. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan standar pelayanan yang merata di seluruh pelosok Jawa Barat, sehingga hak kesehatan ibu dan anak dapat terpenuhi secara optimal tanpa terkecuali. Upaya kolektif ini menjadi bagian dari transformasi kesehatan nasional yang sedang diakselerasi oleh pemerintah pusat.
















