TEMANGGUNG, KILAS-SWARA.COM (20/10/2026) – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Sumbing, yang mengakibatkan kerusakan serius pada sedikitnya 140 hektar area hutan lindung. Api yang muncul sejak beberapa waktu lalu dilaporkan merambat dengan cepat akibat kondisi vegetasi yang mengering serta dipicu oleh embusan angin kencang di wilayah dataran tinggi tersebut.
Luasnya area yang terdampak mencakup berbagai jenis tanaman endemik dan vegetasi pelindung yang berada di wilayah administratif perbatasan. Otoritas setempat mengonfirmasi bahwa sebaran api terkonsentrasi pada titik-titik yang sulit dijangkau, sehingga menyulitkan proses penanganan cepat di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), relawan, dan masyarakat sekitar terus berupaya melakukan pemadaman secara manual di medan yang terjal. Selain pemadaman langsung, petugas juga fokus melakukan lokalisir area agar si jago merah tidak meluas ke kawasan hutan produktif maupun jalur pendakian yang aktif.
Kondisi cuaca yang kering menjadi tantangan utama bagi petugas dalam memastikan sisa-sisa bara api benar-benar padam sepenuhnya untuk mencegah munculnya titik api baru. Pemerintah daerah mengimbau seluruh pihak untuk menjaga kelestarian lingkungan dan tetap waspada terhadap potensi bencana serupa di puncak musim kemarau, dan laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











