Bantul Bebas Kalurahan Tertinggal Sejak 2018, Fokus Menuju Kemandirian Desa

ANTARA/Agung Dwi Prakoso

BANTUL, ANTARA (10 OKTOBER 2026) – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menegaskan komitmennya dalam pembangunan wilayah dengan memastikan tidak ada lagi kalurahan yang masuk dalam kategori tertinggal sejak tahun 2018. Capaian signifikan ini mencakup seluruh 75 kalurahan yang tersebar di wilayah tersebut, yang kini telah berstatus minimal sebagai desa berkembang hingga mandiri. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah daerah untuk melakukan pemerataan kesejahteraan di tingkat akar rumput.

Berdasarkan pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM), transformasi status desa di Bantul menunjukkan tren positif yang konsisten dari tahun ke tahun. Pemerintah daerah mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini bukan lagi sekadar mengentaskan ketertinggalan, melainkan mendorong akselerasi menuju status desa mandiri bagi seluruh kalurahan. Status mandiri mencerminkan kemampuan desa dalam mengelola sumber daya secara optimal serta menyediakan pelayanan publik yang berkualitas tanpa ketergantungan penuh pada pemerintah pusat.

Indikator keberhasilan ini diukur melalui tiga dimensi utama dalam IDM, yakni dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan yang harus berjalan secara seimbang. Pemerintah Kabupaten Bantul terus menyalurkan berbagai bantuan keuangan khusus dan program pemberdayaan untuk memperkuat infrastruktur perdesaan serta ketahanan ekonomi lokal. Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah kalurahan menjadi faktor kunci yang mempercepat hilangnya status desa tertinggal di wilayah Bumi Projotamansari ini.

Meskipun tantangan pembangunan terus berkembang, pemerintah daerah optimistis bahwa kualitas hidup masyarakat di tiap kalurahan akan terus meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan desa yang semakin profesional. Ke depannya, evaluasi berkala tetap dilakukan guna memastikan capaian ini terus bertahan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Laporan mengenai keberhasilan pembangunan desa di Bantul ini disusun kembali oleh KilasSwara.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *