WONOGIRI, KILAS-SWARA.COM – Pemerintah Kabupaten Wonogiri terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sumber daya air sebagai langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. Salah satu fokus utamanya adalah optimalisasi Embung Doho yang terletak di Kecamatan Girimarto, yang kini diproyeksikan menjadi pilar penting bagi stabilitas ketersediaan air bagi masyarakat dan sektor pertanian di wilayah tersebut.
Embung ini dirancang dengan kapasitas tampung mencapai 33.000 meter kubik, berfungsi ganda sebagai sistem pengendali banjir saat musim penghujan sekaligus cadangan irigasi yang krusial pada musim kemarau. Keberadaan infrastruktur ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan produktivitas lahan pertanian seluas puluhan hektare, mengingat ketergantungan petani terhadap pasokan air yang stabil sangat tinggi untuk menjaga siklus tanam sepanjang tahun.
Selain manfaat teknis bagi sektor agraria, pengembangan Embung Doho juga mengemban misi konservasi lingkungan yang mendalam melalui penataan ekosistem di sekitar area genangan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati lokal serta mencegah erosi tanah, yang pada gilirannya dapat membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis alam demi mendongkrak ekonomi kreatif warga di sekitar lokasi proyek.
Pemerintah daerah menekankan pentingnya sinergi antara instansi terkait dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga serta merawat infrastruktur vital ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang. Dengan pemeliharaan yang konsisten, Embung Doho diharapkan tetap menjadi aset daerah yang produktif dan lestari sebagai solusi krisis air di masa depan. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











