PEKANBARU, KILAS-SWARA.COM (7 Oktober 2026) – Kota Pekanbaru kembali dikepung kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut sejak Rabu pagi. Kondisi ini menyebabkan kualitas udara menurun drastis dan mengganggu aktivitas rutin warga di luar ruangan karena terbatasnya ruang gerak dan pandangan mata akibat partikel asap yang tebal.
Laporan terkini di lapangan menunjukkan bahwa jarak pandang di ibu kota Provinsi Riau tersebut kini berada di ambang batas yang mengkhawatirkan, yakni kurang dari satu kilometer. Penurunan visibilitas yang signifikan ini memaksa para pengendara kendaraan bermotor untuk menyalakan lampu utama dan meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi jalan raya demi menghindari risiko kecelakaan.
Munculnya kabut asap dengan aroma sangit yang menyengat ini diduga kuat merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali marak di sejumlah titik di wilayah Riau dan sekitarnya. Masyarakat setempat mulai mengeluhkan perih di mata serta sesak napas, sehingga penggunaan masker kini kembali menjadi pemandangan umum di pusat-pusat keramaian kota.
Otoritas terkait saat ini sedang berupaya melakukan pemantauan titik panas secara intensif dan mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Upaya pemadaman di titik-titik api terus diupayakan guna mencegah situasi kian memburuk dan meminimalisir dampak kesehatan yang lebih luas bagi penduduk terdampak, sebagaimana dirangkum kembali oleh KilasSwara.











