JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penegasan kuat mengenai posisi strategis Indonesia di kancah internasional yang tetap mengedepankan perdamaian. Dalam pernyataannya, beliau menekankan bahwa meskipun Indonesia memegang prinsip persahabatan dengan semua negara, kedaulatan dan martabat bangsa merupakan hal yang mutlak dijaga dari segala bentuk gangguan luar.
Presiden menggarisbawahi bahwa filosofi pertahanan Indonesia adalah untuk menjaga stabilitas tanpa mencari musuh. Namun, ketenangan tersebut jangan disalahartikan sebagai kelemahan, karena pemerintah terus berupaya memperkuat kapasitas pertahanan nasional. Langkah ini diambil agar Indonesia memiliki daya tawar yang kuat dalam menjaga integritas wilayah dari Sabang hingga Merauke.
Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan pentingnya persatuan nasional sebagai fondasi utama kekuatan negara dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Menurut beliau, kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada alutsista, tetapi juga pada karakter rakyatnya yang tidak akan membiarkan hak-hak negaranya dirampas atau diintervensi oleh pihak mana pun.
Penegasan ini menjadi sinyal jelas bagi dunia internasional mengenai arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia di bawah kepemimpinan baru. Komitmen untuk menjadi tetangga yang baik tetap menjadi prioritas, selama kepentingan nasional tetap dihormati secara timbal balik. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.
Sebagai penutup, beliau mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap waspada dan bersatu dalam menjaga kedaulatan NKRI. Kesadaran kolektif akan pentingnya pertahanan yang solid diharapkan mampu menciptakan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia di tengah persaingan geopolitik. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











