PALEMBANG, KILAS-SWARA.COM (30 SEPTEMBER 2026) – Kota Palembang saat ini sedang menghadapi situasi darurat kabut asap yang semakin pekat sebagai dampak langsung dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah sekitarnya. Kondisi ini telah menyebabkan jarak pandang di sejumlah titik utama kota menurun secara drastis, terutama pada jam-jam sibuk di pagi hari, yang mulai mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan aktivitas ekonomi warga.
Masyarakat setempat secara terbuka menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap kualitas udara yang terus merosot ke level yang tidak sehat. Banyak warga melaporkan bahwa asap tebal tersebut tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mulai memicu gangguan kesehatan massal seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, dan tenggorokan, terutama yang menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Hingga saat ini, tim satgas gabungan penanggulangan karhutla masih terus berupaya melakukan pemadaman di beberapa titik api yang tersebar di kabupaten penyangga. Meskipun helikopter water bombing telah dikerahkan secara intensif, tantangan berupa angin kencang dan kondisi lahan yang kering membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit, sehingga asap terus terhembus masuk ke wilayah perkotaan Palembang.
Otoritas terkait pun mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan mewajibkan penggunaan masker standar kesehatan guna meminimalisir risiko paparan partikel asap berbahaya. Penanganan cepat sangat diharapkan agar krisis polusi udara ini segera teratasi dan aktivitas warga kembali normal, sebagaimana laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.











