Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono Tegaskan Iklan MBG Rp200 Juta Gunakan Dana Pribadi

JAKARTA, KILAS-SWARA.COM (26/09/2026) – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan klarifikasi resmi terkait pengeluaran dana sebesar Rp200 juta untuk belanja iklan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di platform media sosial. Sudaryono secara tegas menyatakan bahwa seluruh biaya yang digunakan untuk meningkatkan jangkauan (boosting) konten tersebut murni berasal dari dana pribadinya, bukan dari anggaran kementerian atau negara.

Langkah transparansi ini diambil guna merespons perhatian publik terhadap kemunculan iklan promosi program pemerintah di akun Meta pribadi milik sang Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. Beliau menekankan bahwa penggunaan dana pribadi adalah pilihan sadar untuk menghindari pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam kegiatan promosi yang bersifat inisiatif mandiri di kanal digital pribadinya.

Sudaryono menjelaskan bahwa dukungan terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut merupakan bentuk komitmen moral sebagai pejabat publik. Ia merasa perlu menyosialisasikan pentingnya program nutrisi nasional kepada masyarakat luas dengan memanfaatkan kekuatan media sosial tanpa harus membebani alokasi anggaran operasional kementerian yang sudah ditetapkan.

Melalui klarifikasi ini, pihak Wamentan berharap tidak ada lagi simpang siur informasi atau spekulasi mengenai integritas penggunaan fasilitas negara di lingkungan Kementerian Pertanian. Ia memastikan bahwa semua tindakan yang diambil tetap mengacu pada prinsip akuntabilitas dan loyalitas terhadap visi pembangunan pemerintah ke depan. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.

Sebagai informasi tambahan, program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu pilar utama kebijakan pemerintah baru yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui intervensi gizi sejak usia dini. Sudaryono menegaskan akan terus mendukung keberhasilan program ini baik secara kedinasan maupun melalui dukungan pribadi di ruang publik. Laporan ini ditulis ulang oleh KilasSwara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *