JAKARTA, KILAS-SWARA.COM – Calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 3, Rano Karno, memberikan tanggapan terkait wacana penambahan jadwal hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day (CFD) menjadi dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Menurut figur yang akrab disapa Bang Doel tersebut, gagasan untuk memperluas durasi pelaksanaan CFD merupakan aspirasi yang menarik bagi pengembangan kualitas udara dan ruang terbuka publik di Jakarta.
Kendati memberikan apresiasi terhadap usulan tersebut, Rano menekankan bahwa kebijakan ini memerlukan kajian yang sangat mendalam dan tidak bisa diputuskan secara sepihak. Ia menyoroti bahwa aktivitas masyarakat Jakarta pada hari Sabtu memiliki karakteristik yang berbeda dengan hari Minggu, di mana mobilitas ekonomi dan arus kerja masih tergolong cukup tinggi di berbagai titik strategis kota.
Salah satu aspek krusial yang menjadi pertimbangan utama Rano adalah kesiapan infrastruktur transportasi publik untuk menopang pengalihan arus lalu lintas selama dua hari berturut-turut. Ia berpendapat bahwa kenyamanan warga yang masih harus bermobilisasi untuk keperluan produktif tetap harus dijamin agar tidak terjadi kemacetan parah di jalur-jalur alternatif saat protokol CFD diberlakukan.
Lebih lanjut, Rano menambahkan bahwa esensi dari CFD bukan sekadar penutupan jalan, melainkan upaya sistematis dalam menekan tingkat polusi udara sekaligus memberikan ruang interaksi sosial yang sehat bagi warga. Rencana ini menuntut sinkronisasi yang matang antara kebutuhan lingkungan dan kelancaran denyut nadi ekonomi kota. Laporan ini disusun kembali oleh KilasSwara.
Bagi pemerintah daerah mendatang, keputusan mengenai perluasan CFD ini harus melewati tahap uji publik guna menyerap suara dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pelaku usaha transportasi dan logistik. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil mampu memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga tanpa mengorbankan kepentingan mobilitas harian. Artikel ini ditulis ulang oleh KilasSwara.
















